Selasa, 27 Oktober 2020

Mengapa Harus Pemuda?




Assalamu'alaikum para pembaca yang ingin membaca, bangun tidur aku dikagetkan bahwa ternyata hari ini adalah... 
Hari sumpah pemuda.... 
Wahh bisa durhaka aku, kalo sampe lupa... Heheh
Langsung saja tanpa basa-basi aku menulis tulisan yang bisa dikatakan masih banyak kekurangan ini, dengan alasan kesusu atau tergesa-gesa....
Langsung saja ya ndes, kita bahas MENGAPA HARUS PEMUDA? 
 Sedikit pengantar... 
Terlepas dari perdebatan yang ada, apakah Kongres Pemuda pada tahun 1928 itu mempunyai kata "Sumpah" atau imbuhan kata "Sumpah" Disisipi oleh orang-orang setelahnya. Namun pada kali ini saya ingin lebih menyoroti peran kaum muda atau pemuda dalam peristiwa-peristiwa yang diprakarsai oleh pemuda hingga berakibat, pemudalah yang harus menyadarkan bangsa. 

Sebelum kemerdekaan bangsa Indonesia pada tahun 1945, di mulai dari tahun 1926 terjadilah Kongres yang diadakan oleh pemuda, membahas tentang sosial, ekonomi, pendidikan di Hindia-Belanda pada kala itu. 
Dilanjutkan pada tahun 1927 namun belum juga membuahkan hasil. Pada tahun 1928, Kongres kedua diadakan di Batavia, yang di ketuai oleh Soegondo dan R. M. Joko Marsaid sebagai wakilnya serta dibantu oleh Kawan-kawan yang lain, ada Muhammad Yamin dan Amir Sjarifuddin, Johanes Leimana, dimana mereka sebagai perwakilan dari berbagai organisasi kepemudaan. 

Dalam riwayat hidup mereka para pemuda-pemuda ini mengenyam pendidikan, entah pendidikan macam apa yang membakar semangat mereka untuk membuat Kongres Pemuda yang nanti pada akhirnya mempunyai kesepakatan tentang tiga poin yang disepakati oleh peserta Kongres. 
Perjuangan para pemuda ini terus berlanjut hingga menyadarkan pemuda-pemuda bangsa akan arti kemerdekaan. 

Pada tahun 1945 dimana Jepang sekarat setelah melawan Sekutu, para petinggi negara didesak oleh kaum muda. Lagi-lagi kaum muda yang geger. Perdebatan antara kaum muda dan tua tak bisa terelakan. Namun kaum muda tetap bersikeras untuk cepat-cepat merdeka. 
Apa boleh buat, Soekarno harus Memplokamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Tidak puas hingga saat itu, para pemuda geger lagi ketika pemerintahan Soekarno pada tahun 1966, setelah adanya "Gestapu 65" Para mahasiswa yang tak lain dan bukan adalah pemuda para pemuda, melancarkan aksi besar-besaran yang berisikan "Tritura" Atau tiga tuntutan rakyat, yang mau tau isinya silahkan kan cari sendiri heheh.... 
Walaupun pergerakan ini terhembus isu ditumpanginya mahasiswa oleh AD pada saat itu. Namun lain daripada hal itu, aksi ini tetap diperankan oleh pemuda. 
Pada 11 maret 1966 keluarlah Surat Perintah dari persiden Soekarno, yang menjadi akhir dari kekuasaannya. 

Selang 32 tahun, para pemuda ini ribut lagi, para mahasiswa dari berbagai daerah merasakan tekanan yang diberikan oleh pemerintah. Kebebasan berpendapat bisa menjadikan hilangnya ruh pada jasad. Seruan aksi untuk Reformasi itulah teriaknya pada kala itu, ribuan pemuda ini turun kejalan, berkumpul di senayan menuntut untuk lengsernya Soeharto, tepatnya 21 Mei 1998 di Istana Merdeka Soeharto membacakan surat pengunduran dirinya. Korupsi, Kolusi dan Nepotisme yang menjadi alasan para pemuda ini menuntut Soeharto tururun dari jabatannya. Kemenangan pun diraih oleh pemuda. 

Dari peristiwa yang saya paparkan, peran pemuda sangatlah krusial bagi berlangsungnya kehidupan bernegara dan berbangsa hingga saat ini. Pemuda-pemuda masih bergairah akan aksi-aksi untuk membenahi dan memperingatkan bangsanya, ya walaupun respon dari masyarakat berbeda-beda tentang aksi yang dilakukannya. Dari 1928 terjadinya Kongres Pemuda di Batavia hingga 2020 ini para pemuda yang masih sadar akan pentingnya peran yang ia emban sebagai pemuda masih lah belum luntur, namun peran ini akan luntur ketika pemuda sudah tak lagi menjadi muda hehehe.... 

Jiwa muda terkenal dengan semangat juang yang yang tinggi, terkadang langkahnya yang grusa and grusu menimbulkan banyak polemik namun justru menjadi formula. Rasa ingin tau yang tinggi dan susah untuk mengalah juga menjadi ciri khas jiwa muda. Maka tidak heran dalam pergerakannya terkadang menyakiti penguasa yang ada. Namun saya masih percaya dengan kesucian niat yang dibawa oleh pemuda bagi bagi bangsanya.

Mengapa harus pemuda? 
Karena apapun ras, suku, agama, golonganmu, selagi kau pemuda, mau tidak mau engkau adalah jiwa bagi sebuah bangsa. 

شبان اليوم رجال الغدّ


Semarang, 28 Oktober 2020 
@nulisondes
nulispenting@gmail.com

Previous Post
Next Post

Silahkan menulis di blog ini semau anda, yang penting punya hasrat untuk menulis

0 komentar: