Kamis, 15 Juli 2021

Labuhan Pasrah


Waktu itu, aku pernah berjalan sendiri tanpa arah, berjalan gontai, sesekali tersandung ranting patah.
Terpelanting, jatuh tersungkur dan aku tetap bersyukur. Meskipun, jujur aku sangat lelah.

Tidak ada kata menyerah
Aku terus menyusuri perjalananku yg tanpa arah.
Sampai pada akhirnya aku sampai pada labuhan pasrah.
Disana aku menemukan seseorang,
Terlentang berbantal tangan, menatap langit dengan tajam.
Kurasa dia sedang mengumpat, marah.

Kudekati dia, kusapa dengan ramah
Masih tidak bergeming, 
Kusapa lagi.. 
Lama setelah itu, dia bangun melipat tangan menekuk lutut.
"Aku pun tak tau, apa yg sedang kucari, tiba-tiba saja aku berada disini"
Aku berusaha memahaminya.
Kupandangi lekat-lekat wajah yang penuh gurat amarah.
Namun yang kutemukan malah keteduhan

"Kita tidak sedang berjalan tanpa arah, nyatanya kita sampai pada labuhan pasrah, adalah labuhan paling ujung dari perjalanan, dan kita memang sengaja dipertemukan" Argumennya.
"Lantas, setelah ini kita harus kemana?"
"Ikut aku.!" Pungkasnya.

15 juli 2021
Previous Post
Next Post

Silahkan menulis di blog ini semau anda, yang penting punya hasrat untuk menulis

0 komentar: